Namaku
intan yurikamoto sekarang aku bersekolah di afilasi shutoku Tokyo sma jurusan
umum arsitektur grafis yang paling terkenal di Tokyo. Semenjak duduk di bangku
sma, aku merasa mulai dewasa dan mulai mencari jati diriku yang sebenarnya dan
saat itu aku dihadapi oleh kehidupan pribadi seorang remaja salah satunya
persoalan cinta.
Aku
mulai merasakan yang namanya cinta terhadap pria yang kusuka, pria yang pertama
yang membuat jantung ini berdegub tanpa jeda . pria itu bernama hafiz kikuta.
Hafiz adalah seorang siswa dari sekolah afilasi shutoku dan dia 1 sekolahan
dengan ku bahkan 1 kelas. semenjak naik kelas hafiz adalah pria yang membuatku
jatuh cinta sampai saat ini, yang membuatku suka dengannya adalah fisik dan
juga kepribadiannya yang keren, ia mempunyai karisma yang mempesona, keren,
jenius, baik dan mungkin dia bisa dikategorikan dengan pria idaman. Tapi salah
satu dari sifat dia yang membuat ku penasaran karena dia itu super misterius
dan cuek, dia tidak peduli dengan hal-hal yang menghebohkan, apalagi dengan
wanita yang hampir setiap hari memanggil namanya, ah bagiku itu berlebihan, aku
mulai menyadari aku tak akan bisa dekat dengannya, wanita yang cantik dan kaya
saja dia abaikan, bagaimana dengan ku ?
Aku
hanya wanita biasa yang ingin punya impian tinggi, tingkahku ini tidak boleh diketahui
oleh orang lain, jika diketahui yang lain, aku akan dikatakan sama seperti
wanita wanita lain, apalagi aku dan hafiz 1 kelas bisa saja nanti meghebohkan
dan aku tidak ingin jadi bahan tertawaan teman-temanku karna menyukai pria yang
super cuek, yang menurut teman-teman ku pasti tidak akan diperdulikan oleh dia,
ah samakin sempit saja kesempatanku dekat dengannya.
Setiap
hari aku selalu melihat dia dari kejauhan, susah sih tapi ya mau bagaimana lagi
kesempatan yang bisa ku nikmati setiap hari , aku bahagia bisa 1 kelas dengannya
bahkan bangku kita hampir berdekatan, dia ada diurutan pertama dari depan
paling ujung sedangkan aku diurutan ke3 dari depan paling ujung, walaupun aku
hanya memandang sejenak tapi aku selalu saja memasang wajah jaim sedikit agar
tidak diketahui yang lain.. padahal dalam hati geram apabila dia dekat dengan
wanita lain dan aku hanya cukup merenung dan diam tanpa kata
Next
moon
Tengah
semester, waktu itu aku mengambil kartu ujian
di ruang tata usaha dan tak disangka hafiz berjalan kearah ku dengan tatapan
yang mempesona dan raut wajahnya yang begitu jutek,, walaupun begitu tetep saja
aku jadi deg deg an , aku pikir dia ingin memanggil sesorang tapi ternyata kita
berdua hanya berpapasan.
2
minggu sudah terlewati, hari ini saatnya
ujian berlangsung, seperti biasanya aku datang lebih awal sebelum prince ku
datang, aku duduk di depan taman sekolah untuk merasakan musim semi yang cerah
, beberapa menit kemudian hafiz datang, sama seperti biasanya yang dia lakukan,
dia melihat wanita dengan dingin nya serta membuang muka, kecewa sih tapi
bahagia yaitulah yang disebut namanya sedang falling in love, yang menyebalkan
bisa saja berubah menjadi menyenangkan.
Bel
berbunyi, pertanda ujian dimulai aku duduk dibangku no 2 dari belakang dan hafiz
duduk di samping barisan ku jadi intinya sekarang kita bersebelahan,, itu bener
bener bikin pikiran ku campur aduk, dan ini aku rasain sampai ujian berakhir.
Mulai
kembali kekelas awal , waktu aku sendiri tanpa sadar aku nulis dibuku catatan
ku dengan tulisan intan love hafiz berulang ulang tanpa sengaja dibelakang ku
ada yukiza ,, dia membaca tulisan ku dan
dalam hitungan detik si yuki langsung nyebarkan tulisan ku ke anak anak sekelas
dengan suara keras yang otomatis si hafiz mendengar apa yang dikatakan yuki dan
hafiz menoleh ke arah ku ,, betapa malunya aku saat itu sudah dipermalukan
seperti ini ,, lalu aku pun sedikit melirik ke dia lagi dan aku dengar dia
bicara walau agak samar samar ,, kalau tak salah dia bicara “ dasar ceroboh “
dan dia langsung saja membuang muka dan melanjutkan aktifitasnya.
Dari
situ aku diam tanpa ekspresi dan tidak berkomentar tentang kisruh yang tadi,
sampai bel pulang pun berbunyi,, dan dengan adanya kejadian tadi masalah ini
semakin besar , hafiz semakin sulit ku dekati dan ,, sampai dirumah aku lekas
kekamar dan merenungin kejadian memalukan tadi siang sampai aku terlelap.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar